Letupan Aksara Jiwa

Hanya Rumah Kenangan, Bahasa Rindu, Budak Jarak, Amarah, Ucap Mata, dan Aroma Takdir.

Selasa, 04 Oktober 2016

MEMBUMI

Andai pahitnya hidup tak bertepi
Lukanya harapan tak terobati
Bernyawa seakan mati
Hidup bagai termakan caci maki
Sudahlah...
Biarlah...
Penerka memang begitu Semaunya mendosa
Tak pedulikan tahta
Tak peduli jiwa
Membelati baginya biasa
Hidup baginya hanya tertawa

Berdamailah untuk mereka
Abaikan laku-lakunya
Lupakan tawa konyolnya
Diposting oleh Unknown di 20.56
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Ucap Mata
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

Berantakan adalah pilihan untuk lebih mengenal merapikan dengan nyaman.

Unknown
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog

  • ►  2018 (3)
    • ►  Mei 2018 (3)
  • ►  2017 (9)
    • ►  April 2017 (3)
    • ►  Maret 2017 (3)
    • ►  Februari 2017 (2)
    • ►  Januari 2017 (1)
  • ▼  2016 (68)
    • ►  Desember 2016 (1)
    • ►  November 2016 (14)
    • ▼  Oktober 2016 (25)
      • TERDAMPAR MALAM
      • CARAKU
      • KEPADAMU RUANG REDUP (5.45)
      • KITA DAN KEADAAN
      • ?!!
      • ABSTRAK
      • OCEHAN TERHADAP JARAK
      • MDHT
      • DIA DAN RAHASIA LANGIT
      • SECANGKIR KOPI MASA LALU
      • MAHASAKIT
      • BUNGA SENDU
      • SEPULUH BARIS DALAM DIAM
      • BUKAN BUNGA YANG TERLUKA
      • (?)
      • LARUT
      • MEMAAFKAN HARAPAN MEMATAHKAN HATI SENDIRI
      • NIKMAT BERDURI
      • KETIDAKTAHUAN
      • AKU DAN HATI YANG PATAH
      • Bukan Pelupa Yang Hebat
      • Surat Terakhir Buat Bu Guru
      • QTS
      • KITA DAN PERBEDAAN
      • MEMBUMI
    • ►  September 2016 (3)
    • ►  Agustus 2016 (5)
    • ►  Juni 2016 (3)
    • ►  Mei 2016 (13)
    • ►  April 2016 (4)
Boby Julian. Tema Sederhana. Diberdayakan oleh Blogger.