Rabu, 05 Oktober 2016

QTS

"Ada sebab rindu meluap tanpa batas
Bukan untuk memaksa kehendak
Karena semesta memang senang bercanda"


"Perlu kamu tahu!!!
Semesta cukup baik membiarkan mata memandang
Langit cukup sigap melontarkan senyuman
Kenapa lelah harus jadi alasan???
Bukankah kita harus siap dengan keadaan dan kenyataan"

"Sebab kita hanya budak takdir
Bahwa gelap harus dihadapi
dan tentang kehilangan itu pasti"

"Kadang, kita perlu berpikir?
Sambil menatap kosong pada langit
Tentang hidup, masa depan, hati dan harapan"

"Dalam hidup, kita hanya perlu berdamai dengan keadaan"


Boby julian

KITA DAN PERBEDAAN

Aku...
Belajar mencintai dengan bersabar
Sepertimu yang tetap tegar
Meski harapmu, harapku tak nyata
Mata tak pernah berdusta

Kau...
Berusaha untuk meyakini diri
Meski langit hatimu akan runtuh
Sejarah memang bukan milik kita
Sama sekali tidak pernah

Kita...
Bukanlah kisah yang sebenarnya ada
Bukan pula cerita yang mengada-ngada
Hanya luka tak berbentuk terjaga
Menggenapi...

Kita..
Adalah ruang kehilangan tuan
Adalah kerinduan di atas harapan
Hanya doa tak pernah padam
Mendamaikan...

Cinta...
Anugerah yang menawar penantian
Lengkap dengan pesakitan
Begitu kejam ketidaktahuan
Menikam hati kita dalam ketiadaan

Harapan...
Adalah ketidakpastian roda kehidupan
Tersemai indah tak bertaman
Mengharuskan berjuang dalam buruknya keadaan
Dalam cinta dan perbedaan

Selasa, 04 Oktober 2016

MEMBUMI

Andai pahitnya hidup tak bertepi
Lukanya harapan tak terobati
Bernyawa seakan mati
Hidup bagai termakan caci maki
Sudahlah...
Biarlah...
Penerka memang begitu Semaunya mendosa
Tak pedulikan tahta
Tak peduli jiwa
Membelati baginya biasa
Hidup baginya hanya tertawa

Berdamailah untuk mereka
Abaikan laku-lakunya
Lupakan tawa konyolnya

Kamis, 15 September 2016

KAU LANGIT

Perasaan lahir dari sebuah pertemuan
Berawal dari senyuman yang mengesankan
Menyinari seluruh alam kehidupan
Kau langit cerah membiru luas semesta

Bila ku lafaz cinta bukanlah gurauan
Mendambamu bukan sekedar igauan
Seikhlas hati ku semai benih kasih sayang
Kau langit cerah membuat ku nyaman

Luluh sudah hatiku yang sayu
Menatap wajahmu tenang dalam lena
Meredakan rindu
Mendamaikan kalbu

Betapa sukanya menyusun bicara
Lafaz penuh tawa meluangkan masa
Walau sekedar tingkah ungkapkan kebisuan
Melindungi segenap rahasia hati tak terbilang

KEIKHLASAN HATI

Hadirnya tanpa ku sadari mengisi kekosongan hati
Senyumnya tanpa ku mengerti melipur lara hati
Menggamit kasih cintah pun bersemi
Syukurku atas anugerah kurniaan Ilahi

Lembut tutur bicaranya menarik hatiku tuk mendekatinya
Manjanya buat ku terkesima syahdu hati mengaguminya
Kesopanannya memikat di hati
Mendamaikan jiwa resah ini

Oh Tuhan engkaulah tempat ku bergantung harap
Dialah permata yang ku temui
Walau ku tau rencana-Mu pun tak ku mengerti
Jika ini benar cinta atas karunia-Mu Ilahi
Dekatkanlah hatinya dengan hatiku
Jika tidak seperti firasatku
Damaikanlah hatiku dengan ketentuan-Mu
Redha ku atas semua rencana-Mu

JULI-SEPTEMBER

Antara Juli-September yang berlalu
Sebiru langit meluas terang menderang
Sebiru hari kita lalui penuh tawa
Seindah permaidani taman surga
Seindah hati kita walau akan terpisah

Mungkin terlalu singkat tuk jadikan sejarah
Sementara indah bila terlupa begitu saja
Biarlah  kan ku utus salam ingatanku
Kala pisah menjemput kita di ujung waktu

Terang saja sesingkat itu pertemuan kita
Secepat itu pula perpisahan tiba
Rasanya belum cukup tuk menerka
Kini dalam doa ku payungi rindu yang menghujani sukma jiwa

Selasa, 02 Agustus 2016

CINTA UKHTI

 
Gubahan hatinya terucap suci
Dalam do'a menjemput tirakat mimpi
Tentang cinta dan pengharapan tersusun rapi
Begitulah Ukhti berjalan tertatih sendiri

Sempat nian ia bercakrawala bersama ilusi
Antara asa dan sia bermain di hati
Seiring senjanya berlalu pergi
Bersama paginya tak berisi

Ukhti tak pernah berkecil hati meskipun ia tak setegar Kartini
Akan tetapi; cinta sejatinya tak pernah mati
Cukuplah hatinya seiring merasakan
Biarlah nanti takdir menentukan
Begitulah syair-syair cinta ikhlasnya

Ukhti percaya akan semua rencanaNya
Untuk sebuah akhir penantiannya

WANITA SENJA




Dia terperangah menatap langit merah
Tatapannya kosong membahana
Mengadu nasib dalam kebisuan
Melontar segala harapan yang tersiakan

Dalam hidupnya penuh dilema
Teriringi kemalangan hati bertubi-tubi
Hanya kesepian..
Tiada bait cerita tuk bahagia
Meski senyumnya tak beri isyarat kecewa
Kepada senja ia menumpahkan segalanya
 

LARA


 
Masih selalu kuingat saat kau menangis
Masih selalu kuingat saat kau tak ingin pergi
Sadarilah..
Kita hanya bisa berharap, bermimpi
Betapa aku cinta begitu juga kau
Kita tak bisa berbuat lebih
Mungkin hanya ada senyum kemunafikan
Karena ketidakrelaan yang terpendam

Betapa hati mendadak sakit
Saat kau bercerita untuk pamit
Rasanya..
Baru saja kemarin taman ini berbunga
Kini layu seperti semula
Perlahan gugur dan berduka
Berserakan dengan kecewa
Tersiksa tanpa logika
Menyedihkan bukan....

Sementara aku, tak begitu yakin dengan tangismu
Bagaimana bisa aku menerka?
Tentang pengakhiran yang tak kuduga sebelumnya
Kau menangis dengan seribu kata maaf
Aku terdiam dengan kegetiran luka terdalam

Seperti itu pula bulan yang terlelap di hati
Yang bersanding kelam dan kedinginan
Seperti meninggalkan hati yang tak ingin pergi

Perhatikan saja lamunan sesaatku ini
Mata ini tentangmu, tangismu dan rasa tidak percayaku
Henyak kaki pun mengejutkanku, sejenak dan tidak lama
Entah pasti ataukah ilusi atau hanya sebuah analogi

Selamat tinggal kenangan
Selamat jalan mimpi terindah
Pamitmu kusambut seutuhnya
Tangismu kuhapus seikhlasnya
Biarkanlah ini seperti seharusnya....
Biarkan kita berada di kehidupan yang berbeda
Biarkan saja, harapan demi harapan itu memudar
Biarkanlah, malam-malam tak lagi menemani kita
Dan biarkan, pagi menjawab semuanya
Kepada siang yang menyaksikan kita, tak seperti dulu lagi.....

Semua tak lagi sama, semua sudah berubah, segalanya telah berakhir
Terima kasih untuk waktu yang sesingkat-singkatnya
Pergilah dengan indah
Aku rela sepenuhnya
Ini yang terbaik, ini sudah suratan, inilah takdir Tuhan
Dan benar adanya, karena aku tidak sedang berpura-pura


CATATAN SEMU



Bisa apa?
Hanya ada catatan tentangmu
Ku jadikan penawar sepiku
Pelengkap doa setiap ingin tidur
Hanya itu kurajut setiap malam

Karenamu aku mampu tersenyum
Aku mampu belajar memahami mimpi burukku
Aku mampu menepis kekosongan yang setia padaku

Karenamu juga aku sadar
Lebih baik mengais derita tanpa cerita
Aku memilih kita melalui ini dengan senyuman
Sebab cinta bukan milik kita

Kita hampir saja lupa
Kala manja membuai hati kita berdua
Bisa apa?
Hanya bisa menulisnya dengan sederhana